Selasa, 27 November 2012

kumpulan suara hati


Malam Kemenangan Malam Kenangan

Allohuakbar
Allohuakbar
Allohuakbar
La illaha ilallahuallohuakbar
Allohuakbar walillahilham

Gema takbir berkumandang
Bersahutan dalam kemenangan
Hati bergetar membuat kelu lidah
Rasa sedih menimpa kami

Takut

Akankah kita rasakan lagi
Disaat indahnya perkumpulanMelepas kerinduan yang panjang
Akankah kita rasakan lagiMakan sahur, terawih dan itikaf
Malam itu harapan bagi kami
Berjumpa kembali pada bulan yang suci
Berjumpa kembali saudara dan family













Tak Karuan



Hidupku membuyar
Bercampur baur masalah menjalar

Seketika hati berdebar
Menahan amarah yang terpancar
Pikirku berpusat dan trus berputar
Kapan kau kan keluar

Dan terbang jauh dari raga yang terkapar
Rasa tak kuat hingga air mata keluar
Haruslah aku Ikhlas dan bersabar

















Rinduku

Rinduku pada hujan
Kini terbalaskan
Rinduku pada gemericik air
Yang menembus pada hatiku
Menyejukkan hati yang kering

Kau
Yang tlah buatku berseri
Kau juga yang buatku menepis asa sunyi

Dihamparan hati yang tak lagi membiru
Membuat rindu ini terjalin kembali
Itu ego atau guratan cinta?
Entahlah




















Burung yang Riang

Teriknya mentari siang itu
Membawaku terpaku pada satu titik
Hembusan angin yang kencang
Membuat daun menari girang
Kudapati burung pipit yang mungil
Meloncat-loncat riang
Membawa sehelai rumput kering

Melayang ku terbuai
Bersama semilir angin
Tanyaku terlintas dalam diri
Punyakah kau beban burung?
Berkhayat menjadi burung
Terbang bebas jauh dari kegundahan
Melepas beban dalam hidup

Menyebrangi jurang yang dalam
Dengan sayap yang kuat
Bersama terbang menggapai birunya langit
Bersama burung
Bernyanyi sepanjang hari












Tetaplah Ingat

Ingatlah hai manusia
Kita disini hanya sementara
Kita disini untuk berladang
Menanam rupa buah dan sayuran
Tuk dipanen di akhir kelak
Menikmati hari kita sesuai dengan usaha dan doa

Ingatlah hai manusia
Ciptaan-Nya begitu indah
Ada cinta dibumi ini
Cintai sekarang untuk dirindukan kelak

Ingatlah hai manusia
Bermacam rintangan menanti kita
Menerobos dari mana saja
Ingatlah slalu pada sang pencipta
Kelak kamu dikenal oleh-Nya












Hujan itu barokah

Kala kemarau panjang
Kau dirindukan umat
Kala hujan datang
Kau dicibir sebagian umat
Kata-katanya becek dan malas keluar rumah
Ada-ada saja umat-Mu ini
Ampunilah dosa kami Ya Rabb

Jadikanlah hujan-Mu
Keberkahan bagi semua umat-Mu yang taat
Jadikanlah hujan-Mu
Sebagai penentram hati yang kian meradang
Jadikanlah hujan ini
Sebagai tetesan nikmat
Yang slalu melekat
Dan bersemayam dalam sanubari yang kering pekat














Pencuri
Lahir kebencian ketika ku tau siapa kau
Ingin ku berontak ketika ku dengar tentangmu
Ingin lidahku ini bercerita
Tentang kesakitan dan kepayahan

Kau bagai musuh dalam selimut
Kau tega menghianati kami
Kau telah butakan hatimu
Hatimu tertutup noda hitam
Kau beri kami pikiran
Hingga berujung pada kesakitan
Kau tak mengenal siapa kami
Darimana kami
Kaupun tak peduli itu
Kau balas bunga itu dengan duri















Dua yang terbaik

Tuk dirimu yang slalu ku banggakan
Kau bagai surya yang sinarmu abadi
Tuk dirimu yang slalu ku rindukan
Kau bagai hujan dimusim kemarau
Untukmu yang slalu ku dambakan
Kau bagai bulan bintang dalam malam sunyi
Untukmu yang slalu ku impikan
Kau bagai lilin harapanKau malaikat setiaku
Kau butiran nyawa bagiku

Senyumanmu harapanku

Bagaikan melodi yang indah
Mengisi larik lagu
Bahagialah kau lahir dan bathin
Itu harapanku
Di dunia dan di akhirat
Bersama slamanya
Bahagia slamanya











Pesan Bapak

Jika orang tak mau berladang
Jika orang menebang sembarang
Duniapun rusak dan meradang
Kering kerontang dan kemarau panjang
Membuat rumput sukar dicari
Membuat hijau susah dicari
Akan hilang perlahan

Saat orang berburu uang
Banyak jadi bau kejam
Berkawan dengan udara hitam

Maka tetaplah berdoa
Dan jangan terlena

Dunia ini bencana
Tanamlah kebaikan














Waktu
Kau terus berputar
Tak kembali satu detikpun
Pandanganmu terus ke depan
Seolah tak ada yang menjadi penghalang.

Kekayaan, kesehatan tak jadi pikiran.

Berdatangan dalam kehidupan
Sesuatu hal yang mengerikan
Yang mencekik dengan tiba-tiba
Yang terkurung dalam tahanan

Kesakitan, kehilangan
Menjadi pikiran.
Sesal dalam hati

Waktuku takkan kembali

Sudahlah !
Jadikan cermin dan jangan diratapi
Ingatlah slalu pada masa !











Suaraku

Entah apa yang harus dilakukan
Cinta yang telah lama kubawa
Entah apa yang harus dikatakan
Terlalu indah untuk diungkapkan

Meski banyak cerita duka
Namun tetap buatku bertahan
Apa yang buatku seperti ini?
Itu kamu yang meyakinkanku
Semua indah dirasakan
Punyamu
Kamu yang cintaku
Aku yang cintamu

Ku tak ingin kau pergi
Ku tak ingin kau lari
Entah aku tergila-gila padamu
Aku sayang kamu
Sayangku adalah kamu











Berdarah Demi Bangsa
Dalam hidup yang penuh asap hitam
Berbaur dengan paksaan dan siksaan
Kau merasa geli melihat para kompeni
Menyiksa seluruh rakyat
Mulai menjadi angin ribut

Dalam perang melawan penjajah
Dengan berbekal bambu runcing di tangan
Mengalahkan nuklir dan senjata api
Semangatmu yang membara
Hingga lupa akan mati
Berjihad dijalan yang suci

Demi keutuhan bangsa dan negara
Kau relakan darahmu
Tanpa sia-sia semua telah berarti penuh
Kau merdekakan negeri ini
Dengan wangi namamu
Pahlawan tanpa tanda jasa













Karena Cinta

Ketika cinta menghilang
Menjauh bahkan melayang

Tiada kuasa menghampiri diri
Dapatkah aku berdiri sendri?

Tak dapat aku berpura-pura
Bermunafik tak membutuhkan cinta

Maka tetaplah disini
Tetaplah mengisi hariku

Karna cinta ku berwarna
Karna cinta ku tertawa
Karna cinta ku bahagia


Semua tak lepas dari cinta












Sebagian Cerita
Heningkan suasana memuncak
Enyahkan jiwa yang lelah
Nyanyian bumi bercerita
Dengan rasa yang penuh suka dan duka
Rasa yang slalu silih berganti
Ingatkah kau waktu itu?

Rangkaian kata sempat kita sepakati
Isian hati tlah terkunci
Setia sampai senja nanti
Mengerti satu sisi lain
Angin berhembus dalam dua hati
Waktu kita bersama
Amarah datang bertubi-tubi
Nyaris tak tertolong lagi

Semuanya cepat berakhir
Untaian janji yang terhapus
Pelita harapan tak kunjung datang
Entah mungkin akhir dari cerita
Namun ku tak inginkan itu
Apa ku bisa dapatkan mu kembali?












Ibu Rinduku

Kau laksana embun pagi, menyejukan setiap inshan. 
Menaruh rindu pada butiran yang suci. 
Semangatmu yg tak pernah padam, dan terus menyala menerangi ruang yang gelap
Kau pancarkan secercah sinar yang menawan, berwarna menghiasi ruang hidup.
Senyummu, adalah kebahagiaan bagiku.
Cintamu adalah rasa yang kadang aku tak mengerti.
Hati ini berbaur antara haru dan ingin bersatu.
Selama itu, selamanya.
Menjadikan mu sebagai mutiara dalam mahkotaku.

Slalu aku menyesal, ketika ku tak kuasa menahan gejolak nafsu.
Membentak bahkan melawan.
Hati ini slalu sakit, atas prlakuan ini.
Mohon ampunan melalui kata air yg mngalir dari mata hati.
Menjadi tetesan sesal yang jatuh tak tertahan.
Ibu,kaulah titisan malaikat yang terlahir
untuk menjagaku,menyayangiku tanpa balas jasa.
Kau dewi surga yang dirindukan











Sahabat Hati

Selama hidupku 
Aku tahu kebersamaan 
Hanya aku tak menyadari 
Aku tahu kekompakan 
Berbagi dan saling memberi dukungan 
Aku tahu mana itu saling 
Tapi aku belum temui.
Disini aku sendiri
Inginku ada yang menemani
Melangkah bersama
Awan dan angin
Namun tak kunjung ku temui
Apa aku salah dan tak menyadari

Kepada siapa aku berbagi
Adakah kau yang ingin berbagi
Untuk menjadi sahabat dalam hati

0 komentar:

Posting Komentar

Template by:

Free Blog Templates